Selasa, 20 Maret 2012

Tugas Geografi Budaya - Pengenalan Budaya Sekitar: BUAH NAGA

A.    Buah Naga
Buah naga sudah menyebar luas ke penjuru dunia. Daerah asal kaktus hutan yang buahnya berwarna merah dan bersisik ini adalah  Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Utara. Di daerah asalnya tersebut buah naga atau dragon fruit  ini dinamai  Pitahaya  atau  Pitaya roja. Penduduk Indian sering memanfaatkan buah yang berasa manis agak asam ini sebagai buah meja atau buah yang dikonsumsi segar.
Memang buah naga berasal dari Amerika. Namun, tanaman ini lebih dikenal sebagai tanaman dari Asia. Ini disebabkan buah naga dikembangkan secara besar-besaran di Asia, seperti di Vietnam dan Thailand. Buah naga masuk ke daratan Asia pertama kali di Vietnam dengan dibawa oleh bangsa Perancis sekitar tahun 1870, buah yang dibawa berasal dari Guyana, Amerika Selatan. Masuknya tanaman ini ke Vietnam sebenarnya ditujukan sebagai tanaman hias. Hal ini dikarenakan batangnya yang unik berbentuk segi tiga dan berduri sangat pendek sehingga tampak seperti tanpa, selain itu bunga tanaman ini sangat unik sehingga menambah keindahan sebagai pajangan. Bunga berbentuk corong mulai mekar saat senja dan akan mekar seluruhnya saat tengah malam. Tidak heran kalau tanaman ini pun dijuluki night blomming cerus.
Nama dragon fruit di Asia disebabkan oleh fungsi buahnya. Oleh masyarakat Cina kuno sering meletakkan buah tanaman ini diantara dua ekor patung naga berwarna hijau  diatas meja altar. Tradisi religius ini sangat dipercaya oleh masyarakat Cina kuno akan membawa berkah. Warna merah menyala dari buah naga tersebut sangat mencolok diantara patung naga hijau sehingga memunculkan nilai estetika. Mungkin tradisi religius inilah yang mendasari julukan thang loy, dragon fruit, atau buah naga.
Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga dan dapat juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan maupu selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera.  
Selain memiliki rasa yang enak, buah naga juga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan.Secara umum, pakar sependapat dan mengakui buah naga kaya dengan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium yang baik untuk kesehatan berbanding buah-buahan lain yang diimport.       
Menurut AL Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah, buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme dalam tubuh manusia. AL Leong menuturkan bahwa penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah. Penelitian juga menunjukkan buah ini bisa mencegah kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh.
Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandungi protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung; serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan diet); karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), kalsium (menguatkan tulang). Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1 (mencegah demam badan); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat).    
Berikut ini kandungan nutrisi lengkap buah naga :    
Kadar Gula     : 13-18 briks   
Air                   : 90 % 
Karbohidrat     : 11,5 g           
Asam               : 0,139 g         
Protein             : 0,53 g           
Serat                : 0,71 g           
Kalsium           : 134,5 mg      
Fosfor              : 8,7 mg                      
Magnesium      : 60,4 mg        
Vitamin C       : 9,4 mg

      B.     Kebun Agrowisata Kusumo Wanadri
Kebun Agrowisata Kusumo Wanadri ini masuk dalam kategori objek wisata minat khusus agrowisata. Kusumo Wanadri yang dalam arti harafiahnya adalah 'bunga hutan'. Kebun agrowisata ini berada di Desa Bebekan, Pantai Glagah Indah, Temon, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Agrowisata Buah Naga terletak di dalam kawasan Pantai Glagah di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Letaknya sekitar 40 km arah barat daya Kota Yogyakarta atau kurang lebih 15 km dari Kota Wates Kulonprogo.
Adapun perkebunan milik seorang herbalis bernama Romo Dr. Paulus Tribarta Budiharjo, M.Th., MM ini adalah perkebunan agrowisata dengan buah naga dan bunga rosella yang menjadi primadonanya dan perkebunan beberapa tanaman herbal lainnya seperti keji beling, mahkota dewa, dan sebagainya. Selain itu di tempat ini juga terdapat tempat pengobatan herbal yang dimiliki oleh Romo Paulus dan sebuah kedai yang juga menjual buah naga dan beberapa tanaman obat lainnya.
Kebun ini dulu hanyalah semak belukar yang berada di dekat Pantai Glagah. Namun lokasi ini berubah ketika digunakan sebagai tempat untuk membudidayakan buah naga. Kerja keras Romo Paulus yang dibantu oleh Edi Purwanto, berhasil membudidayakan buah naga pada tahun 2003.
Buah naga yang dijuluki King of the Fruit disebut juga wonderfully nutrious karena kaya vitamin dan mineral dengan 48% - 75% kandungan energi, termasuk kategori sebagai fancy fruit atau exotic friut sekelas kiwi, plum, peach. Di Agrowisata Kusuma Wanadri ini  ini dikembangkan 2 jenis varitas buah naga, yaitu: Hylocereus undatus yang buahnya berwarna merah dengan daging buah berwarna putih, dan Hylocereus polyrhizus yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah berwarna merah.
Pemasaran hasil panen agrowisata buah naga ini lebih banyak dikirim ke Jakarta, khususnya ke supermarket besar. Untuk buah naga merah, pasarnya memang masih cukup besar, sedangkan untuk yang berwarna putih, terbilang masih sulit karena mendapat saingan dari buah naga impor yang biasanya harganya lebih murah. Komposisi tanam buah naga putih di agrowisata ini hanya sekitar 20% saja dari keseluruhan area tanam.
Masa produktif Buah Naga adalah selama 15-20 tahun. Buah Naga ditanam dengan sistem tiang, setiap tiang ada 4 pohon, mulai bisa berbuah setelah usia 1 tahun, satu tahun hanya berbuah satu kali dan setiap tiang bisa menghasilkan Buah Naga sekitar 1-1.5 kuintal pada musim panen Bulan September sampai Bulan Juni.
Di tempat ini pengunjung bisa mengikuti seminar singkat tentang prospek budidaya buah naga. Setelah itu anda akan dipersilahkan untuk keliling Kebun buah naga serta kebun apotik hidup. Di sini juga disediakan fasilitas outbond seperti kano, volley pantai, futsal pantai, flying fox, serta taman bermain anak. Waktu pelayanan setiap hari, mulai jam 07.00 sampai 17.00 WIB. Jika anda berminat untuk mencoba produk buah naga yang sangat khas di tempat ini, anda pun dapat membelinya. Setiap kilogram buah naga dijual dengan harga bervariasi. Untuk buah naga dengan ukuran besar dan berwarna merah maroon, dijual dengan harga Rp 15.000,- sampai Rp 30.000. Sedang untuk buah naga yang relatif kecil dijual dengan harga Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,-. Jika tertarik dengan bibit buah naga, pengunjung pun juga dapat membelinya. Hanya sekitar Rp 35.000,00 per bibit tanaman saja.
Pengunjung  juga bisa memesan jus buah naga di tempat ini. Per gelasnya hanya Rp 2000 saja. Sirup buah naga yang juga menjadi produk olahan agrowisata ini pun dapat dijadikan oleh – oleh dengan harga sekitar Rp 25.000 – Rp 50.000.
Tiket Masuk 
  • Umum/dewasa  : Rp 1.000,-          
  • Studi ekskursi SMP/SMA  : Rp 1.500,-    
  • Studi banding/ilmiah mahasiswa  : Rp 2.500,-      
  • Seminar singkat  : Rp 5.000,-        
  • Foto di areal kebun agrowisata  : Rp 10.000,-      
  • Shooting di areal kebun agrowisata  : Rp 25.000,-


C.     Perilaku  Budaya dan Buah Naga
Dengan didirikannya Kebun Agrowisata Kusumo Wanadri ini turut menggugah pariwisata di kawasan kecamatan Temon, terutama di kawasan Pantai Glagah. Dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan telah menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Glagah. Semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung kembali menggugah perekonomian warga di sekitar pantai ini. Banyak warga yang turut mengembangkan tanaman buah naga dengan melihat peluang usaha yang ada saat ini, dimana buah naga menjadi primadona di kawasan ini. Masyarakat telah belajar bagaimana cara budidaya tanaman ini dengan menggunakan teknologi yang tepat pula. Penanaman dapat dilakukan dengan mengikat empat batang tanaman buah naga pada sebuah tiang dengan empat cabang pada bagian atasnya dan telah terpasang sebuah media berbentuk roda melingkar. Tiang ini nantinya dapat berguna sebagai media perambat bagi bakal tanaman. Media bundar pada bagian atasnya berfungsi untuk menahan batang tanaman yang telah tumbuh melebihi tiang agar tidak langsung jatuh mengenai tanah. Para penanam juga mengembangkan sebuah gunting khusus untuk memanen buah naga.
Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan akibat pamor buah naga, banyak warga yang memanfaatkan peluang tersebut untuk mencari penghasilan. Saat ini banyak ditemui penjual-penjual buah naga di tepi jalan dengan lapak yang seadanya. Warung penjual makanan dan minuman, tempat-tempat  penginapan, serta  penyedia jasa-jasa lainnya pun mulai menjamur di sekitar kawasan ini.


Sumber:

               Buah Naga atau Dragon Fruit.


Para petani sedang memanen buah naga



Kedai yang disediakan di kebun Agrowisata Kusumo Wanadri.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar