Minggu, 25 Maret 2012

Mid Semester Geografi Ekonomi


1.      Jelaskan dengan contoh bahwa geografi ekonomi mempelajari aktifitas ekonomi penduduk!
    Jawab:
             Geografi ekonomi mempelajari variasi berbagai lingkungan permukaan bumi dan kegiatan manusia dalam bidang produksi, distribusi dan konsumsi di berbagai bentuk sistem wilayah dan daerah. Contohnya adalah negara X yang berada dalam wilayah iklim tropis mengembangkan tanaman rempah-rempah yang sangat cocok untuk dibudidayakan di wilayah negara ini. Sedangkan negara Y yang berada di wilayah iklim sedang mengembangkan peternakan sapi perah, dikarenakan di negara Y banyak terdapat padang rumput hijau yang sangat cocok untuk pengembangan usaha peternakan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, kedua negara tersebut saling berinteraksi dan bertukar hasil produksi. Sehingga terjadilah interaksi ekonommi antara kedua negara tersebut.
             Dengan contoh di atas nampak bahwa geografi ekonomi mempelajari bahwa perbedaan potensi suatu wilayah dikarenakan oleh kondisi iklim fisik wilayah tersebut. Akibat dari perbedaan potensi tersebut mendorong suatu wilayah untuk melakukan interaksi dengan wilayah lain. Interaksi tersebut menunjukkan adanya aktifitas ekonomi manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.



2.      Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi terjadinya interaksi? Jelaskan!
Jawab:
Kekuatan interaksi antar wilayah dipengaruhi oleh kondisi alam dan sosial wilayah tersebut, serta kemudahan-kemudahan yang dapat mempercepat proses hubungan antar wilayah tersebut. Menurut Edward Ullman terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi timbulnya interaksi antar wilayah, yaitu:
a.       Perbedaan kemampuan antar wilayah yaitu adanya wilayah yang berbeda kemampuan sumber dayanya, disuatu pihak suatu wilayah memiliki suatu sumber daya alam yang melimpah dan di lain pihak suatu wilayah mengalami kekurangan akan suatu sumber daya. Kondisi ini memberikan kemungkinan terjadinya pengaliran yang besar dan meningkatkan perpindahan arus. Kebutuhan untuk saling melengkapi, yang biasa disebut sebagai komplemantaritas, antar dua kota atau kelompok manusia berkaitan dengan permintaan dan penawaran.
  1. Kesempatan berintervensi (intervening opportunities) yaitu adanya kemungkinan perantara yang dapat menghambat terjadinya perpindahan barang atau manusia akibat adanya allternatif pengganti sumber daya yang dibutuhkan oleh suatu daerah.
  2. Kemudahan transfer dalam ruang (spatial transferability) adalah kemudahan suatu barang untuk berpindah tempat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemudahan transfer dalam ruang yaitu:
·         Jarak mutlak dan jarak relatif suatu wilayah dengan wilayah lain.
·         Biaya angkutan atau biaya transportasi yang dibutuhkan untuk memindahkan manusia, barang, gagasan maupun informasi dari suuatu wilayah ke wilayah lain.
·         Kemudahan dan kelancaran sarana transportasi antar wilayah, seperti kondisi jalan, relief daerah yang dilewati dan jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi


3.      Tanggapan terhadap teori interaksi ekonomi dari Weber bahwa saudara setuju dan tidak setuju dengan teori tersebut!
Jawab:
Weber (1909) menganalisis tentang lokasi kegiatan industri. Menurut teori Weber pemilihan lokasi industri didasarkan atas prinsip minimalisasi biaya. Weber menyatakan bahwa lokasi setiap industri tergantung pada total biaya transportasi dan tenaga kerja di mana penjumlahan keduanya harus minimum. Tempat di mana total biaya transportasi dan tenaga kerja yang minimum adalah identik dengan tingkat keuntungan yang maksimum.
Menurut Weber ada tiga faktor yang mempengaruhi lokasi industri, yaitu biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Dalam menjelaskan keterkaitan biaya transportasi dan bahan baku Weber menggunakan konsep segitiga lokasi atau locational triangle untuk memperoleh lokasi optimum. Untuk menunjukkan apakah lokasi optimum tersebut lebih dekat ke lokasi bahan baku atau pasar, Weber merumuskan indeks material (IM), sedangkan biaya tenaga kerja sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi lokasi industri dijelaskan Weber dengan menggunakan sebuah kurva tertutup (closed curve) berupa lingkaran yang dinamakan isodapan (isodapane).
            Menurut pendapat saya teori yang dikemukakan oleh Weber tersebut dapat diterapkan untuk menentukan lokasi industri yang baik dan tepat. Dengan memilih lokasi industri yang tepat maka dapat memaksimalkan penggunaan modal sebagai biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh. Dengan menggunakan segitiga lokasi dapat ditentukan lokasi industri yang sesuai dengan lokasi bahan baku dan pasar, karena dua faktor tersebutlah yang mendominasi dalam prosesn penentuan lokasi industri.


4.      Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi lokasi suatu industri? Jelaskan!
Jawab:
Untuk dapat mewujudkan industrialisasi, dibutuhkan faktor-faktor sebagai berikut :
  1. Tersedianya bahan mentah dasar dan sumber tenaga alam maupun manusia
  2. Tersedianya tenaga kerja terdidik dan ahli untuk dapat mengolah sumber daya alam.
  3. Tersedianya modal dan transportasi yang baik.
  4. Manajemen yang baik untuk melancarkan dalam mengatur segala sesuatu serta kejujuran masyarakat untuk melaksanakan tugas.

            Terdapat beberapa syarat-syarat  yang dapat digunakan untuk menentukan lokasi suatu industri yang baik, antar lain:
  1. Letak industri sedapat mungkin dekat dengan sumber bahan bakar, sumber tenaga dan bahan material.
  2. Letak industri harus jauh dari pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan pencemaran.
  3. Letak industri harus dekat dengan jalan raya atau jalan kereta api untuk memudahkan transportasi dan pemasaran hasil industri
  4. Letak industri harus dekat dengan sumber air atau persediaan air yang cukup.
  5. Letak industri sedapat mungkin harus dekat dengan daerah pemasaran.
  6. Letak industri harus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.



5.    Jelaskan perbedaan pertanian organik dan pertanian Revolusi Hijau!
   Jawab:
Revolusi Hijau adalah sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budidaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang, terutama di Asia.
Revolusi hijau mendasarkan diri pada empat pilar penting: penyediaan air melalui sistem irigasi, pemakaian pupuk kimia secara optimal, penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu, dan penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas. Melalui penerapan teknologi non-tradisional ini, terjadi peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu, suatu hal yang sebelumnya tidak mungkin terjadi.
Sedangkan pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Sistem produksi pertanian ini menghindari atau sangat membatasi penggunaan pupuk kimia (pabrik), pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan.Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan, yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.


6.      Jelaskan dampak positif dan negatif dari pertanian organik!
   Jawab:
Dampak positif:
·         Benih yang digunakan adalah benih lokal seingga petani mudah untuk memperolehnya dan harganya pun terjangkau, bahkan petani bisa membenihkan sendiri. Selain itu, benih lokal memiliki asal usul yang jelas dan sesuai dengan kondisi alam sekitar. Dengan memakai benih sendiri, petani juga tidak tergantung pada pihak luar.
·         Bahan pangan yang dihasilkan aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Produk pertanian organik tidak menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian, sehingga pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi.
·         Dengan menggunakan pupuk-pupuk alami, petani dapat membuat sendiri pupuk yang dibutuhkan dengan memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitarnya. Dengan demikian petani dapat menghemat biaya dan menjadi lebih mandiri untuk tidak tergantung pada perusahaan-perusahaan besar penyedia pupuk dan bahan agrokimia serta perusahaan bibit.
·         Pertanian organik menerapkan sistem pertanian multikultural, yaitu dengan menerapkan sistem rotasi dan tumpang sari. Dengan sistem yang diterapkan ini dapat memperbaiki ekosistem lingkungan yang ada, selain itu dapat pula meminimalisir resiko petani untuk gagal panen. Karena dengan sistem tersebut jika satu tanaman mengalami gagl panen, masih terdapat cadangan tanaman lain yang dapat dijadikan pengganti.
Dampak negatif:
·        Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain: (1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, (2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, (3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.
·         Hasil produksi dari pertanian organik terbatas dikarenakan tanaman kurang responsif terhadap pupuk.
·         Kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak, terutama untuk pengendalian hama dan penyakit masih dilakukan secara manual. Apabila menggunakan pestisida alami, pestisida perlu dibuat sendiri karena belum tersedia dipasaran.
·         Penampilan fisik tanaman organik kurang bagus (misalnya berukuran lebih kecil dan daun berlubang-lubang)


7.      Jelaskan dampak positif dan negatif dari pertanian Revolusi Hijau!
   Jawab:
Dampak Positif:
·         Produksi tanaman meningkat, terutama padi dan gandum, sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Hal ini dikarenakan tanaman sangat responsif terhadap pupuk.
Dampak negatif:
·         Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
·         Tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati.
·         Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk. Dengan timbulnya ketergantungan petani pada pupuk kimia yang di produksi oleh negara maju menyebabkan para petani lokal harus mengalami ketergantungan dengan negara lain.
·         Hasil pertanian yang meningkat dibarengi pula dengan meningkatnya daya tahan hama dan penyakit tanaman, disebabkan karena fauna tanah yang bermanfaat bagi tanaman semakin berkurang dan mikroorganisme yang berguna bagi kesuburan tanah pun nyaris hilang akibat pemakaian input agrokimia yang berlebihan. Bahkan, hama dan penyakit tanaman bukannya menurun, tapi justru semakin kebal terhadap bahan-bahan kimia tersebut. Penggunaan pestisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten.
·         Revolusi Hijau juga telah menyebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi dan sosial pedesaan karena ternyata Revolusi Hijau hanyalah menguntungkan petani yang memiliki tanah lebih dari setengah hektar, dan petani kaya di pedesaan, serta penyelenggara negara di tingkat pedesaan. Selain itu hanya petani-petani kaya saja yang mampu membeli pupuk. Hal ini disebabkan oleh harga pupuk kimia yang semakin mahal dan sudah berada di luar jangkauan petani-petani kecil.
·         Dengan semakin tingginya harga pupuk, menyebabkan banyaknya rumah tangga petani yang mencari mencari penghasilan di luar sektor pertanian.
·         Hasil produksi dari sistem pertanian ini mengandung residu bahan kimia sehingga kurang aman bagi kesehatan.


8.      Usaha-usaha apa sajakah yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak negatif tersebut (pada soal nomor 6 dan 7)?
   Jawab:
Usaha untuk mengatasi dampak negatif dari Revolusi Hijau:
·         Menerapkan sistem pertanian multikultural sehingga tidak hanya tanaman pangan sumber karbohidrat yang hasil produksinya melimpah, tetapi juga pangan sumber protein turut dikembangkan.
·         Bila lahan bekas budidaya pertanian konvensional (menggunakan pupuk dan pestisida kimia) telah mengalami kerusakan, lebih dahulu perlu dilakukan konversi lahan agar lahan tersebut dapat digunakan kembali sebagai lahan pertanian. Konversi lahan adalah upaya yang bertujuan untuk meminimalkan kandungan sisa-sisa bahan kimia yang terdapat dalam tanah dan memulihkan unsur fauna dan mikroorganisme tanah. Lamanya konversi tergantung dari intensitas pemakaian input kimiawi dan jenis tanaman sebelumnya (sayuran, padi atau tanaman keras).
·         Pemerintah dapat memberikan subsidi untuk pupuk, sehingga harganya dapat dijangkau oleh para petani kecil. Dengan demikian tidak terjadi kesenjangan yang besar antara petani kaya dan petani kecil.

Usaha untuk mengatasi dampak negatif dari pertanian organik:
·         Setiap tanaman memiliki sifat karakteristik tertentu, maka pemeliharaan tanaman ditentukan oleh sifat karakteristik tersebut. Dengan mengenali karakteristik tanaman petani dapat dengan mudah melakukan pemeliharaan yang sesuai, sehingga dapat menghasilkan bahan pangan yang berkualitas baik.
·         Prinsip dalam panen adalah menjaga standar mutu dengan memanen tepat waktu sesuai kematangan. Kegiatan pasca panen harus mampu menekan kerusakan hasil seminimal mungkin. Metode pengolahan yang dilakukan tidak boleh mengubah sama sekali komposisi bahan aslinya. Karenanya proses seleksi, pencucian, pengepakan, penyimpanan dan pengangkutan produk organik perlu berhati-hati agar kondisi tetap segar dan sehat ketika berada di tangan pembeli. Dengan demikian kualitas hasil produk pertanian organik tidak kalah bersaing dengan kualitas hasil produksi sistem pertanian Revolusi Hijau.

Sumber:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar