Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

DUSTA


Tiada kata setajam dusta,
Dusta yang menusuk di sela cinta dan kasih.
Tiada kata sehalus dusta,
Dusta yang ditutupi sandiwara hati.
Tiada kata sepahit dusta,
D yang telontar dari mulut bermadu.
Tiada kata sehitam dusta,
D yang menjalari jiwa yang putih.
Tiada kata sekejam dusta,
Dusta yang menghancurkan jalinan.
Tiada kata sekeras dusta,
Dusta yang meremukkan setiap kebaikan.
Tiada kata sebusuk dusta,
Dusta yang melumat setiap kepercayaan.
Tiada kata seberat dusta,
Dusta yang dipikul oleh hati yang remuk.

Namun,
tiada kata seindah dusta,
Dusta yang dibasuh air mata pengampunan.



Senin, 03 September 2012

Musim


Summer,
Saat udara mengalir lambat
Begitu panas dan kering
Tapi tidak dengan hatiku
Selalu sejuk dan segar.

Autumn,
Saat semua daun meranggas
Daun-daun tumbuh sewarna
Tapi tidak dengan kasihku
Penuh warna dan tumbuh.

Winter,
Saat semua tertutup salju
Danau dan sungai membeku
Dan dunia kedinginan
Tapi tidak dengan rasaku
Selalu hangat dan ceria.

Spring,
Saat matahari hangatkan dunia
Tunas muda tumbuh lebat
Tiap yang beku mencair
Dan seluruh dunia bergembira
Seperti itulah hati, kasih dan rasaku..


Rabu, 21 Maret 2012

Permen Kasih


Saat kau buka tiap lembar pembungkusnya,
kan terlihat betapa kejujuran mengisinya.

Saat tercium aroma nikmatnya,
kau kan tahu ini terbuat dari segenap rasa.

Saat kelembutannya tersentuh lidah,
kau kan tahu takkan bisa lepas darinya.

Saat kau rasakan banyak rasa di lidah,
kau tahu ini terbentuk oleh berbagai perbedaan.

Saat kau mengulum tiap butirnya,
kau kan rasakan betapa manis dan indahnya itu.

Saat kau rasakan tiap bagiannya mencair di lidah
kau kan tahu takkan bisa hidup tanpanya
Saat rasa manis itu habis,
kau tahu kasih tak hanya kau rasa di lidah,
tetapi juga di HATImu....




















-Wimbi Wimzard-

Senin, 19 Maret 2012

Waktu Untuk Berdoa


Suatu hari aku bangun lebih pagi,
dan bergegas memasuki hari ini.
Terlalu banyak yang harus aku kerjakan,
sehingga tidak ada waktu untuk berdoa.
Masalah datang menimpaku,
dan setiap tugas terasa semakin berat.
Aku heran, “Mengapa Tuhan tidak menolongku?”
Dia menjawab, “Engkau tidak memintanya.”
Aku ingin melihat suka cita dan keindahan,
tetapi hari begitu kelabu dan mendung.
Aku heran mengapa Tuhan tidak memberikannya.
JawabNya, “Tetapi engkau tidak mencarinya.”
Aku mencoba masuk dalam hadiratNya,
kugunakan seluruh kunci pada pintuNya.
Tuhan dengan manis dan kasihNya menegurku,
“Anakku, engkau tidak mengetuk.”

Aku bangun lebih pagi hari ini,
Berdiam sejenak memasuki hari ini.
Terlalu banyak yang harus aku kerjakan.
Karenanya aku perlu ambil waktu untuk berdoa.



Manna Sorgawi Edisi Februari 2012 No.167 Tahun XIV

Rabu, 14 Maret 2012

Warna Kasih yang Nyata


Apakah warna kulit Tuhan?
Tanya anak berkulit sangat bersih
Apakah Ia putih sepertiku?
Apakah Ia berambut terang?

Apakah Tuhan berkulit gelap sepertiku?
Tanya anak berkulit keemasan
Apakah warna rambutNya gelap dan keriting?
Apakah warna mataNya hitam atau biru?

Kurasa Tuhan berkulit merah sepertiku
Dengar si anak Indian berkata
Ia mengenakan mahkota bulu
Dan mengubah malam kita menjadi siang

Masing-masing kita tahu Tuhan ada di sana
Dalamm setiap warna di atas
Tetapi ketahuilah, bahwa warna Tuhan sesungguhnya,
Adalah warna kasih yang indah

Maka saat jiwamu sampai di surga,
saat hidupmu mencapai batas akhirnya
Ia akan menunggu,
kepadamu lah diulurkan tanganNya

Takkan adaa warna di surga
Semuanya akan sama
Engkau hanya akan dinilai dari perbuatanmu di dunia
Bukan dari warna atau namamu

Maka bila waktumu tiba,
Dan kau menjumpai Tuhan di surgaNya di atas
Akan kau lihat satu-satunya warna yang ada,
WARNA KASIH YANG INDAH...


Arnold (Sparky) Watts



Selasa, 13 Maret 2012

Yang Paling Diberkati Secara Melimpah

Aku meminta kekuatan kepada Tuhan, supaya aku berhasil,
Aku dibuat lemah, supaya aku dengan rendah hati belajar untuk taat.

Aku meminta kesehatan, supaya aku berbuat perkara-perkara yang lebih besar  
Aku diberi kerentanan, supaya aku berbuat perkara-perkara yang lebih baik.

Aku meminta kekayaan, supaya aku menjadi bahagia.
Aku diberi kemiskinan, supaya menjadi bijaksana.

Aku meminta kekuasaan, supaya aku dipuji-puji manusia.
Aku diberi kelemahan, supaya aku merasakan kebutuhan akan Tuhan.

Aku meminta segala sesuatu, supaya aku menikmati hidup.
Aku diberi hidup, supaya aku menikmati segala sesuatu.

Aku tidak mendapat apa yang aku minta –
tapi segala yang kuharapkan.
Semua doaku yang tak terucap dijawab.
Aku adalah, diantara semua manusia,
yang paling diberkati secara melimpah.





- Tentara Sekutu Tanpa Nama -

Kamis, 08 Maret 2012

Kisah Selembar Daun


         Di depan sebuah rumah, tumbuhlah sebatang pohon. Pada ranting pohon itu tumbuhlah daun-daun. Di antar daun-daun tersebut terdapat selembar daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap sebagai pelindung pelindung bagi daun-daun lainnya. 
           
           Namun, seiring usia daun yang kian tua, daun besar itupun mulai mengering. Beberapa badan daun itu mulai sobek-sobek, entah karena gigitan ulat maupun pengaruh alam. Oleh karena itu, keberadaanya mulai diabaikan oleh teman-temannya. Menurut mereka, daun besar itu sudah tidak dapat diandalkan lagi.Tak lama kemudian, daun besar itu pun tidak kuat lagi bergelayut di ranting. Ia jatuh dan meleur dalam tanah. Ketiadaanya pun tidak dihiraukan lagi oleh daun-daun yang lain. Mereka seakan telah melupakannya.
Musim kemarau pun datang. Daun-daun di pohon itu mulai layu dan kehausan. Mereka kehilangan harapan untuk hidup. Di saat mereka putus asa, tiba-tiba dirasakan ada air dan makanan dari dalam tanah. Mereka terheran-heran dengan keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka melihat dan menyadari bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air serta sari makanan bagi mereka. Akhirnya, dengan air dan sari makanan dari daun besar tersebut, daun-daun di pohon tersebut berhasil bertahan sampai musim hujan datang. Mereka sangat menyesal telah melupakan temannya, si daun besar. Sampai akhir hayatnya, daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan:
            Jadilah seperti daun besar pada cerita di atas. Ia senantiasa membantu orang lain, baik pada saat berkuasa maupun di saat ia tidak memiliki siapa-siapa. Berbuat baik tidak harus menunggu kita menjadi manusia kaya atau berkuasa, tetapi saat kita menjadi manusia biasa pun kesempatan untuk berbuat baik tetap ada. Namun satu hal yang penting adalah berbuat baik dengan hati yang ikhlas.

Cerita ini aku ambil dari  84 Kisah Luar Biasa Yang Inspiratif dan Melejitkan Motivasi